Selalu ada harapan bagi mereka yang berdoa. Dan selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha

Senin, 07 Oktober 2013

Ujian Dan Kedudukan



Diantara tuntutan kehidupan dunia yang melelahkan, salah satunya adalah kedudukan. Ibnu wardi mengatakan, “berat beban karena kedudukan telah melemahkan kesabaranku”. Itu artinya bahwa konsekuensi dari sebuah kedudukan itu sangatlah mahal. Bahkan kedudukan dapat menurunkan kesehatan. Karena bertambahnya beban yang harus kita dipikul. Seorang yang saleh pernah berkata kepada anaknya, “Janganlah engkau menjadi kepala (pemimpin) sebab kepala banyak menahan rasa nyeri.” Maksud ucapan di atas adalah bahwa jangan terlalu senang menonjolkan diri dan ingin menjadi pemimpin. Mengapa? Sebab sasaran kritik, umpatan, dan serangan-serangan lainnya tak lain hanyalah kepada orang-orang yang berada di barisan paling depan.

Ketahuilah, bahwa beban berat atau suatu ujian itu bukan hanya pada masalah yang tidak kita sukai saja. Bahkan, suatu yang kita sukaipun seperti menjadi pemimpin dan mempunyai harta yang banyak itupun merupakan ujian yang teramat sangat berat.  Tidak jarang, sebuah kedudukan itu lebih berat dari sekedar kekurangan harta dan kemiskinan. Karena semakin tinggi kedudukan seseorang, maka akan semakin tinggi pula beban yang akan dipikulnya. Sayyidina Umar ra pernah berkata, “Aku lebih suka diberikan suatu musibah dan ujian kemudian aku bersabar daripada aku diberi kekayaan dan tidak mampu bersyukur. Sebab bagaiku, sikap bersyukur lebih berat dilaksanakan daripada sikap bersabar.”

Apa yang Umar ra katakan sangatlah benar. Bersabar di saat kita mendapat musibah itu lebih mudah dilaksanakan daripada bersyukur di saat kita mendapat kenikmatan. Karena di saat kita mendapat musibah, orang bisa ingat kepada Allah. Namun ketika Allah mengujinya dengan suatu kenikmatan atau bahkan kedudukan, jarang sekali dari sebagian kita yang mengingat Allah. Justru kenikmatan-kenikmatan itu melalaikan kita untuk bersyukur, dan menjadikan kita kepada cinta dunia.

Rabu, 25 September 2013

Ingatlah! Jagalah Allah, Agar Allah Menjagamu



Jagalah Allah, Maka Allah Akan menjagamu...Jagalah perintah-perintah-Nya dan kerjakanlah, serta hindarilah larangan-larangan-Nya, maka Dia akan menjagamu dalam berbagai keadaanmu, di dunia dan akhiratmu. Jagalah hak- hak Allah dalam sendiri dan hiruk pikuk kehidupanmu, dalam diam bahkan panikmu, dalam sadar bahkan tidurmu, dalam setiap tarikan nafasmu. Maka Allah, akan memberkahi kehidupanmu dengan limpahan kasih dan rahmatnya untukmu. Ketika kau juga memastikan bahwa tiada aturan Allah yang serta merta kau langgar, bahkan saat tiada satupun manusia menyaksikan dirimu, maka disaat itulah terikat hubungan manis antara dirimu dengan Allah. Karena kejujuranmu itu melegakan. Karena sikap apa adanya dirimu itu mendamaikan, dan berarti pula kau telah jujur kepada dirimu serta kepadaNya.

Ketika didalam hati kau nyimpan rapat- rapat ketaatan mu kepada Allah serta keindahan imanmu yang hanya kau persembahkan kepadanya, maka segenap ragapun akan mengikuti dan tunduk patuh pada daulat hati, sang raja mereka. Dan jika hati sudah kau putuskan untuk kau kendalikan atas nama sang maha hidup, maka tiada lain hanya kebaikan yang akan kau lakukan dan kedamaian yang akan kau sebarkan kepada seluruh makhluk yang berada di sekelilingmu. Namun sebaliknya, saat seribu satu kata kau ucapkan guna menutupi satu dosa yang telah kau lakukan, maka lihatlah kelanjutan hasil dari perilaku sembronomu. Tabungan dosa yang kau ciptakan semakin hari semakin menumpuk, dan ternyata satu kebohongan itu tak lagi simple untukmu. Dari sanalah tumpukan dosa itu berasal, dan bermuara pada musibah yang tinggal menunggu waktu untuk datang membunuhmu. Dan belum lagi lihatlah, masihkah sanggup kau mengangkat wajahmu dihadapan Allah? Maka akhirnya, dunia serasa sempit bagimu dan memusuhimu, karena pasti tiada tempat yang cukup luas didunia ini untuk diri seorang pembohong.

Saat kau menjaga hak- hak Allah, maka lambat laun, dirimu akan merasa selalu melihat dan dilihat oleh Allah. Setelah itu tiada lain, bahwa tujuan, perhatian serta ketetapan hatimu hanya tertuju kepadanya. Bahkan seorang manusia saja akan sangat senang saat dia hidupnya berlimpah perhatian dan selalu dikenang atas atapun keadaannya. Dan Dia adalah Allah Subhanahu wata`ala, Tuhan semesta alam yang Maha santun dan Maha menghargai setiap apa yang dilakukan oleh hambanya, sebagai upaya untuk mendekat kepadaNya. Dialah yang Maha mampu untuk memuliakan dan menghargaimu, serta memberi sebaik- baik balasan bagimu, dalam kehidupan dunia atau akheratmu kelak. Dan pandangan Allah itu pula yang akan membaikkan hidupmu karena penuhnya rasa malu dalam hati saat akan melangkah menuju maksiat.

Jagalah Allah, maka engkau mendapati-Nya dihadapanmu...

Jika kau memelihara hak- hak Allah maka Allahpun akan lebih memelihara kebahagiaan untuk selalu terkirim atas hidupmu. Akan DijagaNya kau saat kau sendiri, ataupun merasa sendiri, dan dimanapun kau berada. Allah akan menolongmu, mengawalmu, serta memperkuatkan hati, dan menunjukimu jalan yang lurus. Bukankah hal itu yang sangat kau butuhkan saat ini?. Dan setelah itu, rasakanlah betapa ketenangan yang akan memenuhi hatimu. Seperti Allah dulu telah menguatkan semangat Nabi Musa dan Harun saat mereka merasa takut berhadapan dengan Firaun.